Menu Close

Mulai 2 Agustus, Kemenkes Ungkap 6 Syarat Vaksinasi Bagi Ibu Hamil

Sementara itu Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Aset UGM, Prof.Dr.Ir. Bambang Agus Kironoto., menyampaikan pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 bagi mahasiswa dan keluarga pegawai UGM ini merupakan bentuk nyata komitmen UGM mendukung percepatan vaksin di tanah air. Dengan begitu, diharapkan dapat meningkatkan cakupan vaksinasi sehingga segera terbentuk kekebalan kelompok. Bahrain menjadi negara di kawasan Teluk berikutnya yang mencatatkan kuota tinggi vaksinasi corona dengan 17,8 per a hundred orang.

Perlu diketahui, lansia merupakan salah satu kelompok rentan terhadap Virus Corona. Memang, di Indonesia sendiri, jumlah masyarakat lansia yang terpapar COVID-19 hanya sekitar 10 persen. Namun, secara paralel kami akan mendata lansia-lansia di luar tenaga kesehatan untuk divaksinasi,” ungkap Budi seperti yang dikutip dari laman Kompas. Kelompok lansia tetap akan menerima vaksinasi dalam dua dosis dengan selang waktu 28 hari. Dosis pertama berfungsi untuk mengenalkan inactivated virus ke tubuh sehingga vaksin dapat bekerja sama dengan tubuh untuk membentuk antibodi baru. Denmark negara kecil di Eropa dengan populasi 5,eight Slot Deposit Pulsa juta mencatatkan kuota vaksinasi corona per kapita eleven per 100 warga.

Hal ini kemudian membuat tubuh selalu bersiap atas serangan penyakit yang sebenarnya karena sudah “ingat” organisme mana yang berbahaya dan perlu diberantas. Vaksin terbuat dari mikroba penyebab penyakit (termasuk virus, jamur, racun, atau bakteri; tergantung dari jenis penyakit) yang lemah atau mati sehingga tidak akan menyebabkan penyakit. Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa prognosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Orang yang membutuhkan bantuan untuk semua aktivitas di luar ruangan dan menjaga di dalam ruangan. Biasanya di dalam rumah mereka sering memiliki masalah dengan tangga dan butuh bantuan untuk mandi dan mungkin memerlukan pertolongan minimal saat berpakaian.

Vaksinasi bagi Lansia

Jakarta – Program vaksinasi COVID-19 telah berjalan secara bertahap sejak thirteen Januari 2021 lalu, sesuai dengan ketersediaan vaksin dan goal prioritas yang ditetapkan pemerintah. Pemerintah terus menyosialisasikan pentingnya vaksinasi terhadap warga lansia. Alasannya, selain angka kematian akibat Covid-19 yang masih tinggi, vaksin yang tersedia saat ini sudah lulus uji klinis, dan tidak ada efek samping yang serius. Selain itu, upaya vaksinasi bertujuan untuk mencapai kekebalan populasi dan untuk mengurangi risiko gejala berat serta menekan angka kematian. Namun beberapa bulan setelahnya, lansia atau orang lanjut usia menjadi prioritas untuk menerima vaksin karena dianggap temasuk dalam golongan rentan, hal yang sama pun terjadi pada vaksinasi anak atau usia tahun.

Yuk ajak anak dan remaja kita untuk segera ke faskes, sekolah, madrasah atau pesantren agar mendapatkan vaksinasi COVID-19. “Meskipun nanti sudah di vaksinasi kita tetap harus melaksanakan program kesehatan 3M meskipun kita telah divaksinasi. Karena kemungkinan kita untuk terpapar virus akan tetap ada namun kemungkinan untuk penderita gejala parah akan semakin kecil,” ucap dr. Nadia. “Jadi proses pendaftaran ini sasaran vaksinasi bisa dibantu oleh keluarga ataupun RT/RW setempat,” tutur dr. Nadia.

“ Vaksinasi ini penting di lakukan untuk menambah imun, demi mendukung program pemerintah dalam menanggulangi wabah covid-19 di kabupaten Sragen, “ pungkasnya. “Vaksinasi di gelar pula di 20 kecamatan lainnya, dengan menggandeng puskesmas setempat. Vaksinasi untuk lansia umumnya serupa dengan yang diberikan kepada usia dewasa. Hal ini menunjukkan, bahwa risiko kematian akibat Virus Corona bagi mereka yang berusia lanjut terbilang tinggi. Sehingga, pemberian vaksin ini diharapkan bisa menjadi solusi untuk megurangi angka kematian yang terjadi. Pasalnya, tenaga medis lansia didahulukan karena risiko papara Virus Corona terhadap mereka lebih besar dibandingkan dengan warga lainnya.

Kemunculan kakek Safaruddin, menurut Andi Sudirman Sulaiman, menjadi angin segar di Sulawesi Selatan untuk mendorong lebih banyak masyarakat ikut vaksinasi COVID-19. Tak sedikit, kematian COVID-19 di Sulawesi Selatan dari kelompok usia di atas 50 tahun. Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar mendesak pemerintah untuk segera mempercepat distribusi vaksin Covid-19. Mengingat, Gus Muhaimin, sapaan akrabnya, mendengar masih banyak masyarakat yang belum divaksinasi akibat adanya keterbatasan suplai vaksin ke berbagai penjuru daerah Indonesia. “Jumlah ini termasuk pelaksanaan vaksinasi di empat lokasi yaitu SDN 2 Ketawang, SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, SDN 1 Sekarpuro Pakis, dan SDN 1 Asrikaton Pakis,” papar Bagoes di lokasi.

Berdasar hasil evaluasi bersama tersebut, maka pada tanggal 5 Februari 2021 Badan POM menerbitkan EUA vaksin CoronaVac untuk usia 60 tahun ke atas, dengan 2 dosis suntikan vaksin yang diberikan dalam selang waktu 28 hari. “Kecepatan vaksinasi Covid-19 di Indonesia saat ini, sesuai dengan goal dan sudah sesuai dengan suplai vaksin yang tersedia,” pungkas dr Nadia. Kemudian, melibatkan komunitas, organisasi sosial dan pihak swasta untuk menjangkau lansia yang belum mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dan membantu proses edukasi dan sosialisasi vaksinasi kepada lansia.

Vaksinasi terhadap lansia bisa dilakukan melalui Puskesmas maupun rumah sakit pemerintah. KOTA BANDUNG- Pemerintah Kota Bandung saat ini tengah mempersiapkan vaksinasi tahap kedua, dengan prioritas pemberian vaksin ditujukan bagi kaum masyarakat yang sudah masuk kategori lanjut usia . Dalam kunjungannya tersebut, Menko Muhadjir didampingi Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono melihat proses vaksinasi dan berbincang dengan para lansia yang akan disuntik vaksin Covid-19.

Model baru pelaksanaan vaksinasi diperlukan untuk mempercepat capaian vaksinasi lansia yang lebih lambat daripada petugas pelayanan publik. Menurut Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pemberian vaksin COVID-19 untuk lansia akan dilaksanakan setelah vaksinasi untuk tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik. Serbia, salah satu negara bekas Yugoslavia dengan populasi 7 juta orang juga ngebut dengan program vaksinasi massal.