Menu Close

Vaksinasi Gotong Royong

Vaksin Sinopharm adalah vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Vaksin Sinopharm ini direncanakan menjadi bagian dari vaksinasi mandiri atau vaksinasi gotong royong di Indonesia. Siti Nadia menyebut vaksinasi mandiri ini harus menggunakan jenis vaksin di luar Sinovac, AstraZeneca, Novavax, dan Pfizer.

Jadi tidak boleh dilakukan pada fasilitas pelayanan kesehatan dimana vaksinasi program pemerintah berjalan. Kedatangan stok vaksin secara terus-menerus merupakan bukti bahwa pemerintah telah mengamankan ketersediaan vaksin untuk masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, Kimia Farma mengajak masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi yang telah disediakan dan selalu menerapkan potokol kesehatan. Menurut Siti, vaksinasi gotong royong tidak akan menggunakan vaksin yang sudah lebih dulu dibeli pemerintah, yaitu Sinovac, AstraZeneca, Novovac, dan Pfizer. Ketiga, jika vaksinasi dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan milik masyarakat atau swasta, tarif yang berlaku tidak boleh melebihi batas maksimal yang sudah ditetapkan menteri.

Orang yang memberikan perawatan langsung terhadap Kasus Probable atau Kasus Konfirmasi tanpa menggunakan alat pengaman diri yang sesuai standar. Kasus Probable atau Kasus Konfirmasi dengan gejala yang mendapatkan hasil pemeriksaan follow up RT-PCR 1 kali negatif, dengan ditambah minimal tiga hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan. Orang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut dan pada 14 hari sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal. Melayani vaksinasi Covid 19 sesuai dengan kelompok sasaran yang telah di tetapkan. Gunakan telepon atau layanan on-line untuk menghubungi dokter atau fasilitas lainnya.

Cara Vaksin Covid Mandiri

Kemudian pada tahap kelima mengunjungi fasilitas penyuntikan vaksinasi. Pada tahap keenam, informasi vaksinasi akan diperbarui dan pasien bisa menerima sertifikat. Erick belum dapat memastikan kapan waktu yang tepat masyarakat bisa akses vaksin Covid-19 secara mandiri.

Nantinya, setiap perusahaan maupun organisasi yang ingin melaksanakan vaksinasi mandiri ini harus melakukan pendataan sasaran penerima vaksinnya. Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV) yang berawal dari 2003 dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) pada 2012 memang sama-sama menyerang pernapasan, sama seperti COVID-19. Meskipun disebabkan oleh jenis virus yang sama, COVID-19, dan MERS serta SARS memiliki jenis virus corona yang berbeda. Dari segi penularan, COVID-19 jauh lebih pesat dibandingkan SARS dan MERS.

Dengan demikian, masyarakat bisa menyesuaikan jadwal dan tempat vaksinasi sesuai kebutuhan. Di tempat yang sama, Ketua Kadin Sumatera Utara Ivan Batubara menyatakan sudah banyak perusahaan yang mendaftarkan karyawannya untuk ikut vaksinasi gotong royong. “Yang paling penting, perusahaan-perusahaan Situs Bola Online ini mendukung vaksinasi gotong royong dan ini cara cerdas untuk mendistribusikan vaksin dengan baik,” kata dia. Kadin bekerja sama dengan pemerintah mengupayakan vaksin gotong royong. Kadin, kata dia, bekerja sama melakukan pendataan pihak-pihak yang menjalankan program itu.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara diberi tugas untuk mendistribusikan vaksin Covid-19 kategori mandiri atay berbayar. Dalam pelaksanaannya, PT Telekomunikasi Indonesia dan PT Bio Farma ditugaskan untuk melakukan pendataan masyarakat yang ingin melakukan vaksin Covid-19 secara mandiri. Namun, lokasi saluran pelaksanaan vaksinasi mandiri akan disesuaikan dengan karakteristik daerah tersebut. Saat ini, sudah lebih dari 3.100 perusahaan bersedia mengikuti program vaksinasi mandiri atau vaksinasi gotong royong yang diadakan oleh pihak swasta. Kemenkes mengatur pelaksanaan vaksinasi ini hanya dapat dilakukan di fasilitas kesehatan milik masyarakat atau swasta yang memenuhi persyaratan.