Menu Close

Kejaksaan Republik Indonesia

Ketika hasilnya aman dan efektif, uji klinik pada manusia akan masuk fase berikut. Vaksin bekerja dengan memanfaatkan respons alami tubuh terhadap infeksi patogen, baik bakteri, virus, maupun jamur. Saat patogen menginfeksi tubuh, sistem imunitas tubuh akan membentuk antibodi untuk melawan patogen.

Di tengah pandemi COVID-19 yang belum berkesudahan, hadirnya vaksin di pengujung yahun 2020 menjadi salah satu harapan yang dinantikan untuk menurunkan laju penularan virus corona. Pemerintah pun sudah menyiapkan program vaksinasi massal yang digelar mulai Januari 2021. “Sistem pertahanan degree tiga ketika terinfeksi akan menghasilkan sel yang baru yaitu CD4+T sel berfungsi menghasilkan antibodi dan CD8+T sel yang dapat membunuh sel yang terinfeksi. Tak hanya itu, ahli medis dan ahli virus di negara Rusia juga tidak mendapatkan informasi jelas terkait vaksin virus corona yang dibuat. Efek pemberian vaksin diharapkan sistem di tubuh mengenali virus yang mirip, namun dengan materi genetik yang berat. Terutama untuk mengenali protein tajam dan komponen lain COVID yang bisa memperberat gejala dan membuat paru-paru rusak.

Tenaga kesehatan menjadi prioritas utama penerima vaksin saat vaksin tersebut sudah mendapat izin pengedaran. Di dalam vaksin terdapat berbagai produk biologi, dan bagian dari virus atau bakteri, maupun virus atau bakteri yang sudah dilemahkan. Nah, produk inilah yang berguna untuk merangsang munculnya antibodi atau kekebalan tubuh. Jika cocok, sel B juga diaktifkan, berkembang biak, dan mengeluarkan antibodi untuk melawan virus corona. Jika fragmen cocok dengan salah satu protein sel, sel T menjadi aktif dan dapat membantu merekrut sel kekebalan lain untuk merespons vaksin. CoronaVac bekerja dengan membuat antibodi untuk melawan virus corona SARS-CoV-2.

Cara kerja vaksin covid

Sebuah vaksin harus dibuktikan tingkat keamanan dan efektivitasnya di antara populasi yang berbeda sebelum akhirnya disetujui dan diperkenalkan dalam program imunisasi nasional. Hal ini memungkinkan peneliti untuk melacak dampak yang diberikan dari vaksin dan keamanannya dalam jangka waktu penggunaan yang panjang. Vaksin diberikan pada skala yang lebih luas, mencakup hingga ribuan partisipan yang juga dibandingkan dengan kelompok pembanding. Sering kali percobaan fase ketiga dilakukan di banyak negara dan beberapa tempat di dalam satu negara untuk memastikan bila vaksin baru bisa diaplikasikan kepada banyak populasi yang berbeda. Jenis vaksin asam nukleat ini merupakan pendekatan terbaru dari pengembangan vaksin yang berbeda dengan vaksin sebelumnya.

Juru Bicara Vaksin Covid-19 PT Bio Farma Bambang Heriyanto menejelaskan vaksinasi berfungsi untuk melatih kekebalan di dalam tubuh manusia. Orang-orang ini masih dapat dilindungi jika Kakek Merah mereka tinggal di dan di antara orang lain yang divaksinasi. Ketika banyak orang dalam komunitas yang divaksinasi, patogen sulit beredar karena kebanyakan orang yang ditemuinya kebal.

Vaksin bekerja dengan membangkitkan sistem imunitas agar terbentuk antibodi pelindung tubuh dari patogen . Upaya vaksinasi ini, tentu tidak akan berhasil tanpa adanya dukungan dari seluruh masyarakat. Selain bersedia untuk divaksin dan mengikuti prokes, tentunya anggota masyarakat dapat berkontribusi dalam menyebarkan fakta-fakta menarik vaksinasi COVID-19 di Indonesia. Meski sederhana, namun langkah ini sangat berarti untuk melawan hoaks yang beredar. Saati iniada beberapa vaksin yang sedang dikembangkan yaitu seperti virus vaccines, viral-vector vaccines, nucleid acid vaccines, dan protein-based.

Jika digunakan, vaksin akan membantu terbentuknya kekebalan spesifik secara aktif agar tidak mudah tertular penyakit. Jenis sel kekebalan lain, yakni sel B juga dapat menghadapi virus corona yang tidak aktif. Sel B memiliki protein dalam berbagai bentuk, dan beberapa mungkin memiliki bentuk yang tepat untuk menempel pada virus corona.

Vaksin Subunit Protein; termasuk potongan virus yang tidak berbahaya yang menyebabkan COVID-19, bukan seluruhnya. Setelah divaksinasi, sistem kekebalan kita mengenali bahwa protein tidak termasuk dalam tubuh dan mulai membuat limfosit-T dan antibodi. Jika tubuh kita terinfeksi di kemudian hari, sel memori akan mengenali dan melawan virus.

Efikasi vaksin ditunjukkan dengan penurunan angka persentase kasus penyakit pada kelompok orang yang menerima vaksinasi. Dengan semakin banyak orang yang divaksinasi maka kita dapat melindungi orang-orang yang belum bisa mendapatkan vaksinasi (orang yang memiliki penyakit kekebalan tubuh menurun, ibu hamil, anak-anak). Sedangkan kemampuan vaksin dalam mencegah penyakit dalam kondisi non optimal atau dalam kondisi kehidupan sehari-hari disebut dengan efektifitas.